Risale-i NurLem'alar

POIN PERTAMA:

Lem'alar · hlm. 516

304 — Ia adalah suatu poin dari ayat وَاْلاَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ dan suatu kilasan dari Ismul-A'zam "Al-Quddûs"; ia memperlihatkan keberadaan Ilahi dengan kesempurnaan kemunculan, sekaligus wahdaniyah Ilahi dengan kesempurnaan kejelasan.

Ya, alam semesta yang teratur ini dan pabrik yang teramat besar lagi agung ini — di samping bekerja terus-menerus dengan segenap yang maujud dalam suatu aktivitas yang menggebu — menjaga setiap penjuru alam semesta tetap bersih, tidak menyimpan sesuatu pun yang tak perlu di penjuru mana pun dari materi-materi kotor lagi menjijikkan; dan dengan setiap yang maujud — dari planet-planet yang agung ini hingga atom-atom — dijadikan suatu mesin transformasi yang teramat aktif lagi teramat menakjubkan, dalam keadaan siap dan patuh terhadap perintah-perintah yang datang dari Al-Quddûs Yang Maha Agung; maka alam semesta yang agung ini dan segenap unsurnya, dari ujung ke ujung, mempersembahkan dirinya kepada pandangan alam dengan keindahan-keindahan yang menyerupai Surga. Dan keindahan yang memikat hati serta kebersihan yang teramat terpuji yang disaksikan pada wajah karya-karya buatan di istana alam ini, menarik segenap pandangan kepada dirinya dengan kekaguman, dan membuat (orang) memuji serta menyanjung Sang Pembuatnya dengan penghargaan dan pujian. Pandanglah musim semi — yang memperlihatkan secara gemerlap suatu kilasan kecil dari tajalli teragung nama syarif Al-Quddûs Yang Maha Agung ini, dan yang keluar dari bawah wajah dingin lagi kasar musim dingin: bagaimana segenap pohon telah membuka bunga-bunga, mengenakan pakaian bagaikan bidadari, menjadi indah, lagi bersih; dan permukaan bumi yang menghijau bagaikan zamrud, dengan segenap keadaannya, mempersembahkan dirinya kepada segenap pandangan. Materi-materi yang beku lagi tanpa kesadaran, dalam waktu yang singkat, telah mengalami transformasi, naik dari tanah, dihiasi dengan cahaya kehidupan, dan mempersembahkan dirinya kepada pandangan Sang Pembuatnya dengan keindahan-keindahan bagaikan sutra halus (sundus). Di hadapan keadaan ini; bukan hanya manusia dan jin, bahkan para makhluk ruhani dan malaikat pun terkagum-kagum. Mereka berkata: "Masya Allah, Bârakallâh! Betapa menakjubkannya keindahan dan kebersihan ini!" — lalu mereka menyucikan, memuji, dan mengagungkan Sang Pembuat mereka Yang Maha Agung, seraya ruku dan sujud. Nah, perbuatan pembersihan (tanzif) ini, seperti perbuatan-perbuatan Ilahi lainnya, membuktikan dan memperlihatkan wahdaniyah dan keberadaan Ilahi hingga taraf kejelasan nyata.