Poin Keenam dari Lem'a Ketiga Puluh
Lem'alar · hlm. 419
Memandang kepada Ismul-Qayyûm.
Suatu ikhtisar Ismul-Hayy telah menjadi lampiran (zeyl) bagi "Nur Çeşmesi" (Mata Air Cahaya); dan Ismul-Qayyûm ini pun dipandang tepat untuk menjadi lampiran bagi Kelimat Ketiga Puluh.
PERMOHONAN MAAF:
Karena persoalan-persoalan yang sangat penting ini dan kilasan teragung Ismul-Qayyûm yang sangat dalam lagi luas ini terlintas ke dalam hati bukan secara teratur, melainkan dalam bentuk kilau-kilau (lem'a) yang terpisah-pisah; dan karena ia tetap tinggal dalam bentuk buram yang teramat kacau, tergesa-gesa, dan tanpa penelitian; maka pastilah akan terdapat banyak kekurangan dan ketidakteraturan dalam ungkapan dan pernyataan. Demi keindahan persoalan-persoalan ini, hendaklah kalian memaafkan kekurangan-kekuranganku.
PERINGATAN:
Karena poin-poin yang berkaitan dengan Ismul-A'zam luas secara teragung dan sangat dalam, khususnya persoalan-persoalan yang berkaitan dengan Ismul-Qayyûm, dan terutama karena Sinar Pertama {(Catatan): Pembaca risalah ini, jika bukan seorang yang berpengetahuan sains (mütefennin), hendaklah jangan membaca Sinar Pertama, atau membacanya di akhir; hendaklah ia memulai dari yang kedua.} membahas kaum materialis sehingga berjalan lebih dalam, maka pastilah tidak setiap orang memahami setiap persoalan dari setiap sisinya. Akan tetapi, setiap orang dapat mengambil suatu bagian dari setiap persoalan sesuai derajatnya. Sesuai kaidah "Jika sesuatu tidak dapat diperoleh seluruhnya, ia tidak dilepaskan seluruhnya", maka berputus asa dengan berkata "aku tidak dapat memetik seluruh buah dari kebun maknawi ini" bukanlah tindakan yang bijak. Sebanyak apa pun yang dipetik manusia, sebanyak itu pula keuntungannya. Sebagaimana persoalan-persoalan yang berkaitan dengan Ismul-A'zam ada yang begitu luas hingga tak terjangkau, ada pula yang begitu halus hingga tak terlihat oleh akal. Khususnya, tidak setiap pikiran orang sampai kepada Ismul-Hayy dan Al-Qayyûm, terutama kepada simbol-simbol kehidupan terhadap rukun-rukun iman, terutama kepada isyarat kehidupan atas rukun Qada dan Qadar, dan kepada Sinar Pertama Ismul-Qayyûm; tetapi ia pun tidak akan tetap tanpa bagian; bahkan bagaimanapun juga ia akan menguatkan imannya. Penguatan iman — yang merupakan kunci kebahagiaan abadi — memiliki kepentingan yang sangat besar. Bertambahnya kekuatan iman walau sebesar atom pun adalah suatu perbendaharaan. Imam Rabbani Ahmad Faruqi berkata: "Tersingkapnya satu persoalan keimanan yang kecil, dalam pandanganku, lebih utama daripada ratusan cita rasa spiritual (ezvak) dan karamah."
Suatu poin dari ayat-ayat yang mengisyaratkan qayyûmiyah Ilahi seperti بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِبِيَدِه۪ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ ❊ لَهُ مَقَال۪يدُ السَّمٰوَاتِ وَ اْلاَرْضِ ❊ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ عِنْدَنَا خَزَٓائِنُهُ ❊ مَا مِنْ دَٓابَّةٍ اِلاَّ هُوَ اٰخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا, dan suatu kilasan teragung dari nama Al-Qayyûm — yang merupakan Ismul-A'zam, atau cahaya kedua dari dua cahaya Ismul-A'zam, atau nur keenam dari enam nur Ismul-A'zam — tampak dalam benakku pada bulan Zulkaidah. Karena keterbatasan izinku di penjara Eskişehir, tentu aku tidak akan dapat menjelaskan nur teragung itu secara sempurna; tetapi karena Hazrat Imam Ali radhiyallâhu 'anh — dalam Kasidah Ercüze-nya menyebut Ismul-A'zam dengan nama luhur "Sekine", dan dalam Celcelutiye-nya dengan nama-nama yang teramat megah — menganggap enam nama yang terdapat di dalam Ismul-A'zam itu sebagai yang paling agung lagi paling penting, serta karena beliau memberi kami hiburan secara penuh karamah dalam pembahasannya; maka bagi Ismul-Qayyûm ini pun, seperti lima nama sebelumnya, sekurang-kurangnya secara ringkas dengan "Lima Sinar", kami akan mengisyaratkan nur teragung itu.