Persoalan Ketiga:
Lem'alar · hlm. 65
Karena Rasul Ekrem صلى الله عليه وسلم diciptakan dalam keadaan yang paling seimbang dan rupa yang paling sempurna, maka gerak dan diamnya berjalan di atas keseimbangan dan istikamah. Sirahnya yang mulia menunjukkan secara pasti bahwa: pada setiap geraknya beliau berjalan di atas istikamah dan keseimbangan, menjauhi berlebih-lebihan dan menyepelekan. Ya, karena Rasul Ekrem صلى الله عليه وسلم meneladani sepenuhnya perintah فَاسْتَقِمْ كَمَٓا اُمِرْتَ, maka pada seluruh perbuatan, perkataan, dan keadaannya tampak istikamah secara pasti. Misalnya: sebagaimana daya akal beliau senantiasa bergerak pada titik hikmah yang merupakan jalan tengah dan sandaran istikamah — bersih dari kedunguan dan kelicikan yang merupakan berlebih-lebihan dan menyepelekan yang menjadi kerusakan dan kegelapan daya akal; demikian pula daya amarah beliau bergerak dengan keberanian suci yang merupakan sandaran istikamah dan jalan tengah daya amarah — bersih dari sifat penakut dan nekat yang merupakan kerusakan, berlebih-lebihan, dan menyepelekan daya amarah; sekaligus daya syahwat beliau senantiasa menjadikan iffah (kesucian diri) sebagai pembimbing pada derajat kemaksuman tertinggi — pada iffah yang merupakan sandaran istikamah daya itu, bersih dari kelesuan dan kedurhakaan yang merupakan kerusakan, berlebih-lebihan, dan menyepelekan daya syahwat. Dan seterusnya... Pada seluruh Sunnahnya yang mulia, dalam keadaan fitrinya, dan dalam hukum-hukum syar'inya, beliau memilih jalan istikamah dan menjauhi berlebih-lebihan dan menyepelekan yang merupakan kezaliman dan kegelapan, serta menjauhi pemborosan dan penghamburan. Bahkan dalam berbicara, makan, dan minumnya, beliau menjadikan kesederhanaan sebagai pembimbing dan sama sekali menjauhi pemborosan. Mengenai perincian hakikat ini telah ditulis ribuan jilid kitab. Berdasarkan rahasia اَلْعَارِفُ تَكْف۪يهِ اْلاِشَارَةُ, kami mencukupkan diri dengan tetesan ini dari lautan ini, dan mempersingkat kisah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى جَامِعِ مَكَارِمِ اْلاَخْلاَقِ وَ مَظْهَرِ سِرِّ ﴿وَ اِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظ۪يمٍ﴾ اَلَّذ۪ى قَالَ : مَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّت۪ى عِنْدَ فَسَادِ اُمَّت۪ى فَلَهُ اَجْرُ مِاَةِ شَه۪يدٍ ❊ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذ۪ى هَدٰينَا لِهٰذَا وَ مَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْ لآَ اَنْ هَدٰينَا اللّٰهُ لَقَدْ جَائَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ