Risale-i NurLem'alar

Persoalan Keempat

Lem'alar · hlm. 479

dengan makna isyarat ayat وَلاَ تَاْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ, ia mengarahkan wajah-wajah kepada Sang Pemberi Nikmat Yang Hakiki (Mün'im-i Hakikî) — dengan penjelasan yang indah lagi tak terbantahkan — bahwa memakan dan mengambil nikmat yang tidak mengingatkan kepada Sang Pemberi Nikmat Yang Hakiki dan tidak diberikan atas nama-Nya tidaklah boleh; bahwa jika seseorang membutuhkan, ia hendaklah melihat tangan rahmat Sang Pemberi Nikmat Yang Hakiki di atas kepala sebab-sebab lahiriah, lalu mengambilnya seraya berkata "Bismillah"; sekaligus (menjelaskan) bahwa penyertaan (iktiran) — yaitu datang atau adanya dua hal secara bersamaan — yang menipu para penyembah sebab-sebab lahiriah, mereka sangka sebagai sebab (illat).