Risale-i NurLem'alar

Penutup

Lem'alar · hlm. 39

Salah satu nuktah kemukjizatan Al-Qur'an Al-Hakim yang tampak dari sisi tawafuk adalah demikian: dalam Al-Qur'an Al-Hakim, jumlah nama Allah, Rahman, Rahim, Rabb, dan Huwa yang menempati kedudukan Ism Jalâlah, adalah empat ribu sekian. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ (jenis kedua hitungan Ebced, yaitu dengan susunan huruf hija) pun berjumlah empat ribu sekian. Karena pada bilangan-bilangan besar, pecahan-pecahan kecil tidak merusak tawafuk, maka pecahan-pecahan kecil diabaikan. Dan الٓمٓ beserta dua wau ataf yang dikandungnya berjumlah dua ratus delapan puluh sekian. Persis bertawafuk dengan dua ratus delapan puluh sekian Ism Jalâlah dalam Surah Al-Baqarah dan dengan bilangan dua ratus delapan puluh sekian ayatnya; sekaligus, dengan hitungan kedua Ebced dalam bentuk hijai, ia pun berjumlah empat ribu sekian. Itu pun bertawafuk dengan bilangan kelima nama masyhur yang telah disebutkan di atas, sekaligus — dengan mengabaikan pecahan-pecahan بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ — bertawafuk dengan bilangannya. Artinya, berdasarkan rahasia tawafuk ini, الٓمٓ adalah sebuah nama yang mengandung yang dinamainya, sekaligus nama bagi Al-Baqarah, nama bagi Al-Qur'an, indeks ringkas bagi keduanya, contoh, ringkasan, dan benih bagi keduanya, sekaligus rangkuman dari بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ. Dengan hitungan Ebced yang masyhur, بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ setara dengan bilangan nama Rabb; sekaligus, jika ﴿ر﴾ yang bertasydid dalam الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ dihitung sebagai dua ﴿ر﴾, maka jumlahnya menjadi sembilan ratus sembilan puluh, menjadi sandaran bagi banyak rahasia penting, dan dengan sembilan belas hurufnya ia adalah kunci bagi sembilan belas ribu alam.

Termasuk tawafuk-tawafuk halus Lafal Jalâlah dalam Al-Qur'an yang mukjizat penjelasannya adalah bahwa, di seluruh Al-Qur'an, sebagaimana delapan puluh Lafal Jalâlah pada bagian atas baris terakhir sebuah halaman saling menatap dalam tawafuk, demikian pula pada bagian bawah, persis delapan puluh Lafal Jalâlah saling menatap dalam tawafuk. Tepat di tengah baris terakhir itu, lima puluh lima Lafal Jalâlah pun jatuh saling bertumpuk dan bersatu, seakan-akan menjadi satu Lafal Jalâlah yang tersusun dari lima puluh lima Lafal Jalâlah. Di awal baris terakhir itu — dengan pemisah berupa sebuah kata pendek yang terkadang terdiri dari tiga huruf — dua puluh lima tawafuk yang sempurna, jika ditambahkan pada lima puluh lima tawafuk yang sempurna di tengah, menjadi delapan puluh tawafuk, yang bertawafuk dengan delapan puluh tawafuk pada paruh pertama baris itu dan delapan puluh tawafuk pada paruh terakhirnya. Apakah tawafuk yang demikian halus, elok, teratur, seimbang, lagi mukjizat ini terjadi tanpa nuktah dan tanpa hikmah? Hâsyâ, mustahil. Bahkan dengan ujung tawafuk itu dapat dibuka sebuah harta karun yang penting.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَٓا اِنْ نَس۪ينَٓا اَوْ اَخْطَاْنَاسُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ

Said Nursî