Risale-i NurLem'alar

OBAT KESEMBILAN:

Lem'alar · hlm. 260

Wahai orang sakit yang mengenal Penciptanya! Adapun kepedihan, kegentaran, dan ketakutan dalam penyakit; adalah dari sisi bahwa penyakit kadang menjadi wasilah bagi kematian. Karena kematian, dari sisi pandangan lalai dan lahiriah, adalah dahsyat, maka penyakit-penyakit yang dapat menjadi wasilah kepadanya membuat orang takut, memberi panik.

Pertama, ketahuilah dan berimanlah secara pasti bahwa: “Ajal itu tertakdir, tak berubah.” Banyak orang yang menangis di sisi kepala orang-orang sakit berat dan orang-orang yang sehat telah mati lebih dahulu, sedangkan orang-orang sakit berat itu memperoleh kesembuhan lalu hidup.

Kedua: Kematian tak dahsyat sebagaimana ia tampak secara lahiriah. Dalam banyak risalah kami telah membuktikan dengan sangat pasti, tanpa syak, dan tanpa ragu, dengan nur yang diberikan Al-Qur'an Al-Hakim, bahwa: bagi ahli iman, kematian adalah suatu demobilisasi dari kepayahan tugas kehidupan; sekaligus suatu istirahat dari ubudiah yang merupakan latihan dan pengajaran dalam ujian di medan dunia; sekaligus suatu wasilah untuk berjumpa dengan sembilan puluh sembilan persen kekasih dan kerabatnya yang telah pergi ke alam sana; sekaligus suatu sarana untuk masuk ke tanah air hakiki dan kedudukan kebahagiaan abadinya; sekaligus suatu undangan dari penjara dunia ke taman-taman surga; sekaligus suatu giliran untuk mengambil upah — sebagai imbalan khidmatnya — dari karunia Sang Pencipta Yang Maha Penyayang. Karena mahiyat kematian dari sisi hakikat adalah ini; maka perlu memandangnya bukan dengan dahsyat, melainkan sebaliknya dengan pandangan sebagai suatu mukadimah rahmat dan kebahagiaan. Dan ketakutan sebagian ahlullah terhadap kematian, bukanlah dari kedahsyatan kematian. Melainkan demi kebaikan-kebaikan yang akan mereka peroleh dari kelangsungan tugas kehidupan dengan harapan “aku akan memperoleh lebih banyak kebaikan lagi.” Ya, bagi ahli iman, kematian adalah pintu rahmat. Bagi ahli kesesatan, ia adalah sumur kegelapan abadi.