Risale-i NurLem'alar

OBAT KELIMA BELAS:

Lem'alar · hlm. 264

Wahai orang sakit yang mengaduh lagi merintih! Janganlah memandang rupa penyakitmu lalu berkata “Ah!” Pandanglah maknanya lalu katakanlah “Oh!” Seandainya makna penyakit bukanlah sesuatu yang indah, Sang Pencipta Yang Maha Penyayang tak akan memberi penyakit kepada hamba-hamba-Nya yang paling Dia cintai. Padahal dalam hadis sahih disebutkan: اَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً َاْلاَنْبِيَٓاءُ ثُمَّ اْلاَوْلِيَٓاءُ َاْلاَمْثَلُ فَاْلاَمْثَلُ — atau sebagaimana yang beliau sabdakan (au kamâ qâl) — yakni: “Yang paling banyak tertimpa musibah dan kepayahan adalah manusia yang paling baik, paling sempurna.” Di barisan depan Hazrat Ayyub 'alaihis-salâm, para nabi, kemudian para wali, dan kemudian ahli kesalehan memandang penyakit-penyakit yang mereka derita sebagai suatu ibadah yang tulus, suatu hadiah Rahmani; mereka bersyukur di dalam kesabaran. Mereka memandangnya dari jenis suatu operasi bedah yang datang dari rahmat Sang Pencipta Yang Maha Penyayang. Engkau, wahai orang sakit yang mengaduh lagi meratap! Jika engkau ingin bergabung dengan kafilah bercahaya ini, bersyukurlah di dalam kesabaran.

Namun jika engkau mengeluh, mereka tidak akan menerimamu ke dalam kafilah mereka. Engkau akan terjatuh ke dalam lubang-lubang orang yang lalai!.. Engkau akan berjalan di sebuah jalan yang gelap.

Ya, ada sebagian penyakit yang apabila berujung pada kematian, ia menjadi sebab bagi tercapainya suatu derajat kewalian yang seperti kesyahidan, dalam hukum syahid maknawi. Sebagai contoh: penyakit-penyakit yang timbul karena melahirkan anak{(Catatan): Penyakit ini memberikan kesyahidan maknawi hingga masa nifas, yaitu selama empat puluh hari.}— sebagaimana orang yang wafat karena sakit perut, tenggelam, terbakar, dan wabah tha'un adalah syahid maknawi — demikian pula terdapat banyak penyakit yang penuh berkah yang memberikan derajat kewalian melalui kematian. Selain itu, karena penyakit meringankan kecintaan dan keterikatan pada dunia, ia meringankan perpisahan dengan dunia melalui kematian — perpisahan yang bagi ahli dunia sangat menyakitkan dan pahit — bahkan terkadang menjadikannya sesuatu yang disukai.