OBAT KEENAM BELAS:
Lem'alar · hlm. 265
Wahai orang sakit yang mengeluhkan kesulitan! Penyakit mengajarkan penghormatan dan kasih sayang yang merupakan hal terpenting dan sangat indah dalam kehidupan sosial manusia. Sebab, ia menyelamatkan manusia dari sikap merasa tidak butuh (istighna) yang mendorongnya kepada kebuasan dan ketiadaan belas kasih. Sebab, dengan rahasia اِنَّ اْلاِنْسَانَ لَيَطْغٰى ❊ اَنْ رَاٰهُ اسْتَغْنٰى, sebuah nafsu amarah yang berada dalam sikap merasa tidak butuh yang timbul dari kesehatan dan kebugaran, tidak merasakan penghormatan terhadap banyak persaudaraan yang layak dihormati. Dan ia tidak merasakan belas kasih terhadap orang-orang yang tertimpa musibah dan orang-orang sakit yang layak dikasihani dan disayangi. Kapan pun ia sakit, dalam penyakit itu ia menyadari kelemahan (ajz) dan kefakirannya, lalu menghormati saudara-saudaranya yang layak dihormati. Ia merasakan penghormatan terhadap saudara-saudara mukminnya yang datang menjenguknya atau menolongnya. Dan dengan merasakan kasih sayang kemanusiaan yang timbul dari kelembutan jenis (rikkat-i cinsiye), serta belas kasih terhadap orang-orang yang tertimpa musibah — yang merupakan salah satu perangai keislaman terpenting — ia mengukur mereka dengan dirinya sendiri, sehingga benar-benar mengasihani dan menyayangi mereka; jika mampu, ia menolong; jika tidak, setidaknya ia berdoa; jika tidak, setidaknya ia pergi menjenguk untuk menanyakan keadaannya — yang secara syariat merupakan sunnah — dan memperoleh pahala.