Risale-i NurLem'alar

Masalah Pertama:

Lem'alar · hlm. 166

Ayat فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ❊ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ mengisyaratkan pada tajalli tersempurna dari nama Al-Hafîzh. Jika engkau meminta dalil bagi hakikat Al-Qur'an Al-Hakim ini, jika engkau memandang lembaran-lembaran kitab alam semesta ini yang tertulis di atas garis (mistar) Kitab Mubin, engkau dapat melihat dari banyak sisi tajalli teragung nama Al-Hafîzh dan padanan suatu hakikat terbesar dari ayat mulia ini. Sebagai contoh: ambillah segenggam dari berbagai benih pohon, bunga, dan rerumputan. Tanamlah dan taburkanlah segenggam itu — yang berkedudukan sebagai kotak-kotak kecil bunga, pohon, dan rerumputan yang berbeda-beda lagi saling bertentangan, yang jenisnya berbeda satu sama lain dan macamnya berlainan satu sama lain — di dalam kegelapan dan di dalam tanah yang gelap, sederhana, lagi beku. Kemudian sirami dengan air sederhana yang tak bertimbangan, tak membedakan benda, dan mengalir ke mana pun engkau memalingkan wajahnya. Kemudian datanglah pada musim semi yang merupakan medan kebangkitan tahunan, dan lihatlah!

Perhatikanlah saat malaikat guruh yang serupa Israfil, pada musim semi, dalam bentuk tiupan sangkakala, berteriak kepada hujan, dan memberi kabar gembira kepada benih-benih yang tertanam di bawah tanah dengan peniupan ruh; benih-benih kecil yang teramat bercampur, berbaur, lagi saling menyerupai itu, di bawah tajalli nama Al-Hafîzh, dengan kepatuhan yang sempurna lagi tanpa kesalahan, mematuhi perintah-perintah takwini yang datang dari Sang Pencipta Yang Mahabijaksana. Dan mereka menyesuaikan geraknya sedemikian rupa sehingga; pada gerak-gerak mereka itu tampak berkilau suatu kesadaran, suatu mata hati (basirah), suatu maksud, suatu iradah, suatu ilmu, suatu kesempurnaan, dan suatu hikmah.

Karena engkau melihat bahwa; benih-benih kecil yang saling menyerupai itu, saling terbedakan, saling terpisah. Misalnya benih kecil ini menjadi sebuah pohon tin. Ia mulai menyebarkan nikmat-nikmat Sang Pencipta Yang Mahabijaksana di atas kepala kita. Ia menaburkannya, mengulurkannya kepada kita dengan tangan dahan-dahannya. Nah, dua benih kecil yang secara rupa menyerupainya ini pula, memberikan bunga-bunga seperti bunga yang bernama bunga matahari dan bunga pansy (hercai). Ia berhias untuk kita. Mereka tersenyum ke wajah kita, membuat diri mereka dicintai oleh kita. Sebagian benih kecil lainnya di sini memberikan buah-buah yang indah ini dan menjadi bulir serta pohon. Dengan rasa, aroma, dan bentuknya yang indah, mereka membuka selera kita, mengundang nafsu kita ke nafsu mereka, dan mengorbankan diri mereka kepada para “pembeli”-nya. Agar mereka naik dari derajat kehidupan nabati ke derajat kehidupan hewani. Dan demikianlah.. bandingkanlah. Benih-benih kecil itu berkembang dengan cara sedemikian rupa sehingga, segenggam tunggal itu berpindah menjadi sebuah kebun yang penuh dengan berbagai pohon dan beragam bunga. Di dalamnya tak ada kekeliruan atau cacat sedikit pun. Ia memperlihatkan rahasia فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُورٍ. Setiap benih, dengan tajalli dan anugerah nama Al-Hafîzh, menjaga dan memperlihatkan warisan yang diberikan kepadanya dari harta bapak dan asalnya; tanpa kekeliruan, tanpa kekurangan. Nah, Zat Al-Hafîzh yang melakukan penjagaan yang luar biasa lagi tak terhingga ini, adalah suatu isyarat pasti bahwa Dia akan memperlihatkan tajalli terbesar sifat kehafizhan pada kiamat dan kebangkitan.

Ya, tajalli kehafizhan yang demikian tanpa cacat lagi tanpa kekeliruan pada keadaan-keadaan yang tak berarti, lenyap, lagi fana ini, adalah suatu hujah pasti bahwa; perbuatan, karya, ucapan, kebaikan, dan keburukan manusia — yang merupakan pemikul amanah terbesar (amanah kubra) yang berpengaruh abadi lagi berkepentingan besar, dan yang merupakan khalifah bumi — dijaga dengan kecermatan yang sempurna dan akan diperhitungkan. Apakah manusia ini menyangka bahwa ia akan dibiarkan terlantar? Sekali-kali tidak!.. Melainkan manusia dibangkitkan untuk keabadian dan merupakan calon bagi kebahagiaan abadi serta kesengsaraan yang kekal. Ia akan diperhitungkan atas setiap amalnya — kecil-besar, sedikit-banyak. Ia akan menerima anugerah atau tamparan.

Nah, saksi-saksi bagi tajalli terbesar kehafizhan dan bagi hakikat ayat yang disebutkan itu tak terhitung dan tak terbilang. Saksi yang kami perlihatkan dalam masalah ini adalah setetes dari lautan, sebutir atom dari gunung. سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ