Risale-i NurLem'alar

LEM'A KEDUA PULUH DELAPAN:

Lem'alar · hlm. 514

268

Ia adalah "Dua Puluh Delapan Poin"; sebagian disisipkan dalam himpunan ini, sedangkan yang lain — karena telah diterbitkan dalam himpunan lain — tidak disisipkan di sini.

YANG KEDUA DARI POIN KEDUA PULUH DUA:

268

Ia menjelaskan secara ringkas tiga sisi dari makna-makna yang teramat indah lagi tinggi dari ayat yang mulia وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُونِ ❊ مَٓا اُر۪يدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَٓا اُر۪يدُ اَنْ يُطْعِمُونِ ❊ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَت۪ينُ.

Sisi Pertama: bahwa "pemberian makan" dan "pemberian rezeki" dalam ayat itu adalah milik Rasul Ekrem 'alaihis-salâtu was-salâm,

Sisi Kedua: ia memberikan suatu jawaban yang teramat indah kepada mereka yang ingin mencari-cari alasan dengan menyangka bahwa dalih bekerja untuk rezeki adalah penghalang bagi penghambaan. Makna kiasan dari ayat ini berkata: "Kalian tidak diciptakan untuk menyampaikan rezeki kepada makhluk-makhluk-Ku yang menjadi milik-Ku dan yang rezekinya telah Aku jamin. Melainkan, tugas kalian yang sebenarnya adalah penghambaan. Berupaya untuk (mencari) rezeki menurut perintah-perintah-Ku pun adalah suatu ibadah."

Sisi Ketiga: dengan mengambil ayat yang mulia لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُولَدْ dalam Surah Al-Ikhlas sebagai contoh, ia menjelaskan makna: "Benda-benda yang berkemampuan (memberi) rezeki dan makanan tidak dapat menjadi tuhan dan sesembahan; mereka tidak layak untuk disembah."

Suatu surat penting yang menjelaskan jenis-jenis tidur, waktu-waktunya, dan waktu-waktu tidur yang bertentangan dan bersesuaian dengan Sunnah yang Mulia: 270

Suatu surat yang teramat halus yang mengungkapkan: bagaimana — ketika membaca kalimat اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَ اَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللّٰهِ setelah tasbih salat Isya — ia menyaksikan kepribadian maknawi Muhammadiyah yang meramaikan, mengakrabkan, dan menyinari rumah dunia ini.. dan bahwa — sebagai suatu sambutan yang penuh syukur terhadap cahaya dan hadiah-hadiah yang beliau bawa — segenap jin dan manusia haruslah menyampaikan salawat dan salam yang tak terhingga kepada beliau: 271

Suatu surat yang teramat penting yang menjelaskan bahwa terdapat tiga bahaya penting dalam menanamkan mazhab Wahdatul-Wujud dari Hazrat Muhyiddin kepada manusia masa kini: 272

Suatu jawaban ilmiah lagi ringkas yang diberikan atas suatu pertanyaan yang menjadi bahan perdebatan mengenai Muhyiddin Ibnu 'Arabi dan Wahdatul-Wujud: 273

Suatu lembar ibrah yang teramat indah yang menjelaskan bagaimana ia menyaksikan keadaan lima puluh orang malang yang tertawa dan berfoya-foya dalam lingkup yang tak sah pada suatu hari raya, lima puluh tahun kemudian: 274

Suatu tulisan yang berpengaruh yang berkedudukan sebagai suatu tamparan keras bagi nafsu, dengan menghitung kerugian-kerugian menuruti nafsu ammarah: 275

Suatu jawaban yang meyakinkan yang menjelaskan bagaimana suatu azab Neraka yang tak terhingga, sebagai balasan atas kekufuran dalam waktu yang singkat, merupakan keadilan yang hakiki: 276

SUATU TAWAFUK HALUS NAN PENUH MAKNA:

276

Tawafuk-tawafuk yang penuh makna mengenai diterimanya Risalah Nur dan (Risalah Nur) sebagai penerima inayah Ilahi.

SUATU SURAT YANG TULUS LAGI BERCAHAYA YANG MENCERITAKAN BAGAIMANA NUR TERPANTUL KE HATI-HATI YANG TAK BERDOSA:

277

MIMPI ZEKÂİ:

278

Suatu mimpi baik yang penuh kabar gembira lagi penuh makna.

SUATU TANGGAPAN TERHADAP PERKATAAN-PERKATAAN YANG DIUCAPKAN SECARA MEMIHAK DAN MENYAINGI RISALAH NUR:

279

Suatu kasidah bersajak yang mengungkapkan ketinggian dan diterimanya Risalah Nur.