ISYARAT PERTAMA: Pertanyaan:
Lem'alar · hlm. 75
Padahal setan sama sekali tak memiliki peran dari sisi penciptaan di alam; padahal Allah dengan rahmat dan inayah-Nya berpihak kepada ahli kebenaran; padahal keindahan dan kebaikan hak lagi hakikat yang memikat menguatkan dan mendorong ahli kebenaran; dan padahal keburukan kesesatan yang menjijikkan membuat ahli kesesatan menjauh — apakah hikmah dari seringnya golongan setan (hizbusy-syaithân) menang? Dan apa rahasia dari senantiasa berlindungnya ahli kebenaran kepada Allah dari keburukan setan?
Jawaban:
Hikmah dan rahasianya demikian: dengan mayoritas mutlak, kesesatan dan keburukan bersifat negatif, merusak, meniadakan, dan menghancurkan. Dan dengan mayoritas mutlak, petunjuk dan kebaikan bersifat positif, berwujud, membangun, dan memperbaiki. Semua orang maklum bahwa: sebuah bangunan yang dibuat dua puluh orang dalam dua puluh hari, dapat dihancurkan satu orang dalam satu hari. Ya, kehidupan manusia yang wujudnya berlangsung dengan adanya seluruh anggota pokok dan syarat kehidupan, meskipun khusus milik kudrat Khâliq Yang Mahaagung, seorang zalim dengan memotong satu anggota tubuh menjadikan manusia itu tempat tertuju kematian yang — dibandingkan kehidupan — bersifat meniadakan. Karena itu ungkapan “At-tahrîbu ashal” (menghancurkan lebih mudah) telah menjadi peribahasa.
Nah, dari rahasia inilah: ahli kesesatan, dengan kekuatan yang hakikatnya lemah, terkadang menang atas ahli kebenaran yang teramat kuat. Namun ahli kebenaran memiliki sebuah benteng yang demikian kukuh, sehingga tatkala mereka berlindung di dalamnya, musuh-musuh dahsyat itu tak dapat mendekat dan tak dapat berbuat apa-apa. Seandainya mereka menimbulkan kerugian sementara, dengan rahasia وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّق۪ينَ kerugian itu ditebus dengan pahala dan manfaat yang abadi. Adapun benteng yang kokoh, kubu yang teramat kuat itu, adalah syariat Muhammadiah صلى الله عليه وسلم dan Sunnah Ahmadiah صلى الله عليه وسلم.