Saudara-saudaraku yang mulia dan setia, sahabat-sahabatku yang kuat dan cakap dalam khidmah Al-Qur'an!
Lampiran Kastamonu · hlm. 3
Zaman ini adalah zaman jamaah. Kepentingan dan nilai ditentukan menurut şahs-ı manevî (sosok maknawi, kepribadian kolektif). Hakikat diri yang bersifat materi, individual, dan fana tidak boleh dijadikan ukuran. Apalagi, dengan memberi kepentingan seribu kali lebih besar dari nilai seorang lemah sepertiku, bila ke atas bahu lemah yang mengangkat satu batman* saja tak sanggup itu ditimpakan beban ribuan batman, ia akan hancur tergencet di bawahnya.
Lillahilhamd, Risalet-ün Nur telah memperlihatkan — bahkan kepada orang-orang yang buta sekalipun, melalui banyak pengalaman dan peristiwa — bahwa ia adalah sebuah mukjizat Al-Qur'an yang mampu menerangi abad ini, bahkan masa depan yang akan datang. Pujian dan sanjungan kalian yang ditujukan kepadanya sungguh tepat pada tempatnya; tapi dari apa yang kalian berikan kepadaku, untuk seperseribunya pun aku tak merasa diriku layak. Hanya saja, dari sisi bahwa aku menjadi tempat termanifestasinya sebuah nikmat dan keberhasilan yang amat besar — berkat keikutsertaan, jerih payah, dan usaha murid-murid sejati seperti kalian — aku akan berbangga atas nama Risale-i Nur sampai selama-lamanya.
Saudaraku Sabri, petugas dermaga Nur! Dalam sohbet kalian bertiga — Sabri, Süleyman, dan Hüsrev — aku pun ikut serta dari dua sisi, bahkan barangkali dari tiga sisi.
Saudaraku Hâfız Ali, yang dijuluki "pabrik Nur"! Suratmu yang luar biasa itu — dengan syarat pribadiku yang tak penting ini dikecualikan — tampak menakjubkan bagiku. Ia menunjukkan bahwa kecerdasanmu yang murni dan tinggi sedang menanjak. Ia membuatku berkata, "Inilah seorang Ali yang memikul banyak Abdurrahman."
Para Mustafa, Küçük Ali (Ali Kecil), saudara-saudara yang diberkahi dan bercahaya! Surat kalian, seperti surat Büyük Ali (Ali Besar), mengungkapkan sebuah hakikat yang menakjubkan. Hakikat itu benar adanya tentang Risale-i Nur. Tapi bukan kapasitasku untuk masuk ke wilayah itu.
Ya, Rasulullah bersabda: عُلَمَٓاءُ اُمَّت۪ى كَاَنْبِيَٓاءِ بَن۪ٓى اِسْرَٓائيِلَ Tokoh-tokoh besar dan menakjubkan — baik secara pribadi maupun secara tugas — seperti Gavs-ı A'zam Şah-ı Geylanî, İmam-ı Gazalî, dan İmam-ı Rabbanî, telah membenarkan hadis ini secara nyata melalui bimbingan (irsyad) dan karya-karya mereka yang berharga. Karena zaman-zaman itu, dari satu sisi, adalah zaman keperseorangan (ferdiyet), maka hikmah Rabbani mengutus pribadi-pribadi luar biasa (ferîd) dan para jenius suci seperti mereka untuk menolong umat. Sedangkan sekarang, untuk tugas yang sama tetapi di tengah kondisi yang sulit dan dahsyat, di zaman jamaah ini Dia menggerakkan Risalet-ün Nur — yang berkedudukan sebagai sebuah şahs-ı manevî — beserta para muridnya yang, berkat sırr-ı tesanüd (rahasia solidaritas, saling menopang), bermakna sebuah ferd-i ferîd (pribadi tunggal yang luar biasa), menuju tugas penting itu. Berdasarkan rahasia ini, seorang prajurit biasa sepertiku hanya punya tugas sebagai penjaga barisan belakang (dümdarlık) di dalam pangkat müşir (marsekal) yang telah menjadi berat ini.
Saudaraku Re'fet! Padahal aku butuh dan rindu untuk bertemu denganmu setidaknya sekali setiap empat hari, tapi kita baru bisa bertemu secara khusus setelah empat tahun. Orang-orang seperti dirimu yang memberikan khidmah sangat penting bagi Risalet-ün Nur — dengan lidah berharga yang berpengaruh dan dengan pena yang kuat lagi indah — selalu menjadi lawan bicara maknawiku dalam ingatan dan, dalam khayalan, menjadi sahabat-sahabat yang hadir di sisiku. Karena penyebaran Risalet-ün Nur yang luar biasa berpengaruh itu menarik perhatian banyak mata, untuk saat ini diperlukan kehati-hatian yang lebih.
Akan baik bila Risalah Hemat (İktisad Risalesi) dan Risalah Takziah untuk Anak-anak (Çocukların Ta'ziyenamesi) dikirimkan.
Kepada seluruh saudaraku, khususnya para murid khusus (haslar), aku sampaikan salam dan doa satu per satu. Dan demi sahabat-sahabatku yang diberkahi dan berharga itu, aku memasukkan baik kerabat mereka maupun kampung-kampung mereka ke dalam kerabat dan kampungku sendiri, lalu dengan begitu aku berdoa sambil menyertakan mereka dalam keuntungan-keuntungan maknawiku.
* batman: satuan timbangan Utsmani, kira-kira 8 kg.