Risale-i NurKelimat

KELIMAT KEDUA PULUH LIMA

Kelimat · hlm. 761

365 Menafsirkan i'jaz Qur'ani — suatu hakikat terpenting ratusan ayat yang menguatkan hakikat ayat قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ اْلاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَاْتُوا بِمِثْلِ هٰذَا اْلقُرْاٰنِ لاَ يَاْتُونَ بِمِثْلِه۪ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَه۪يرًا (Katakanlah, seandainya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, mereka tak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain). Dalam Tiga Sinar ia menjelaskan dan menafsirkan empat puluh sisi i'jaz; sehingga sebagaimana cahaya siang memperlihatkan wujud matahari, demikian pula ia memperlihatkan dan membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah. Paruh pertama memang ditulis dengan cepat, tetapi karena ditulis dengan ketenangan kalbu, ia terperinci. Paruh terakhir, karena beberapa sebab penting, tinggal ringkas lagi global. Namun bersama itu, bagi setiap golongan (dan pikiran apa pun), Kalimat mubarak ini memperlihatkan dan membuktikan i'jaz Qur'ani kepadanya. Kalimat ini hingga kini telah membuat banyak orang keras kepala menundukkan kepala hingga bersujud di hadapan i'jaz Qur'ani...