Risale-i NurAl-Kalimat

Gambaran Kesembilan:

Al-Kalimat · hlm. 46

Sekarang, mari! Sebagian pemimpin lingkungan-lingkungan dan jamaah-jamaah ini {(Hasyiyah): Makna-makna yang dibuktikan gambaran ini akan tampak dalam Hakikat Kedelapan. Misalnya, para pemimpin lingkungan dalam tamsil ini adalah isyarat kepada para nabi dan para wali. Adapun telepon adalah suatu hubungan Rabbani yang terulur dari kalbu — tempat pantulan wahyu dan tempat terbitnya ilham — sehingga kalbu adalah ujung telepon itu dan berkedudukan sebagai telinganya.} masing-masing memiliki telepon khusus untuk berbicara langsung dengan raja. Sebagian dari mereka bahkan telah naik ke hadiratnya. Lihat apa yang mereka katakan: mereka dengan sepakat mengabarkan bahwa zat itu telah menyiapkan sebuah tempat yang amat megah dan dahsyat untuk ganjaran dan hukuman. Ia berjanji dengan amat kuat dan mengancam dengan keras. Lagi pula izzah dan keagungannya sama sekali tidak akan merendahkan diri kepada pengingkaran janji dan tidak menerima kehinaan. Padahal para pembawa kabar itu — yang jumlahnya banyak hingga derajat mutawatir dan bersepakat dengan kekuatan ijma' — memberitakan bahwa: poros dan pusat kerajaan agung yang sebagian jejak-jejaknya tampak ini berada di sebuah negeri lain yang jauh dari sini, dan bangunan-bangunan di medan ujian ini bersifat sementara. Kelak semuanya akan diganti dengan istana-istana yang kekal. Tempat-tempat ini akan berubah. Sebab kerajaan megah nan tak mengenal kelenyapan ini — yang keagungannya dipahami melalui jejak-jejak karyanya — tidak mungkin didirikan dan tidak mungkin ditegakkan di atas perkara-perkara yang sedemikian fana, tak berkesinambungan, tak menentu, tak berarti, terus berubah, tak kekal, cacat, dan tak sempurna... Berarti kerajaan itu tegak di atas perkara-perkara yang layak baginya: yang kekal, yang mantap, yang tak mengenal kelenyapan, yang berkesinambungan, yang sempurna, dan yang megah.

Berarti ada suatu negeri yang lain; tentu ke pusat itulah perjalanan akan menuju...