Gambaran Kelima:
Al-Kalimat · hlm. 43
Lihatlah, dari pekerjaan-pekerjaan ini tampak bahwa zat yang tiada tara itu memiliki kasih sayang yang amat besar. Sebab ia menyegerakan pertolongan kepada setiap orang yang tertimpa musibah. Ia menjawab setiap pertanyaan dan setiap permohonan. Bahkan lihatlah: bila ia melihat suatu kebutuhan yang paling rendah dari seorang rakyat yang paling rendah, ia memenuhinya dengan penuh kasih sayang. Jika seekor domba milik seorang gembala terluka kakinya, ia mengirimkan salep atau dokter hewan.
Mari kita pergi: di pulau itu ada suatu perhimpunan besar. Seluruh orang terkemuka negeri telah berkumpul di sana. Lihatlah, seorang ajudan termulia yang menyandang sebuah bintang jasa amat besar sedang menyampaikan sebuah pidato. Ia memohon beberapa hal dari rajanya yang penuh kasih sayang itu. Seluruh penduduk berkata: "Ya, ya, kami pun memohonnya." Mereka membenarkan dan menguatkannya. Sekarang dengarkanlah, kekasih raja ini berkata:
"Wahai sultan kami yang memelihara kami dengan nikmat-nikmatnya! Perlihatkanlah kepada kami wujud asli dan sumber-sumber dari contoh-contoh dan bayang-bayang yang telah engkau perlihatkan kepada kami. Dan tariklah kami ke pusat kerajaanmu. Janganlah engkau binasakan kami di padang-padang belantara ini. Terimalah kami ke hadiratmu. Kasihanilah kami. Berilah kami makan di sana nikmat-nikmatmu yang lezat, yang telah engkau cicipkan kepada kami di sini. Janganlah engkau siksa kami dengan kelenyapan dan pengusiran yang jauh. Janganlah engkau biarkan tanpa pengurusan, lalu engkau musnahkan, rakyatmu yang taat ini — yang penuh rindu dan penuh syukur kepadamu." Demikian ia berkata dan sangat banyak memohon dengan merendah. Engkau pun mendengarnya. Gerangan mungkinkah sama sekali seorang raja yang sedemikian penuh kasih sayang dan penuh kudrat memenuhi dengan sungguh-sungguh keinginan paling rendah dari seorang manusia paling rendah, namun tidak memenuhi maksud terindah dari ajudan termulianya yang paling dicintai? Padahal maksud sang kekasih itu adalah maksud semua orang pula. Ia adalah perkara yang diridhai sang raja, sekaligus tuntutan rahmat dan keadilannya. Lagi pula hal itu mudah baginya, tidak berat. Tidak lebih berat daripada taman-taman hiburan sementara di penginapan-penginapan ini. Karena memang, demi memperlihatkan contoh-contohnya saja, ia mengeluarkan biaya sebesar ini untuk tempat-tempat tamasya selama lima-enam hari, dan ia pun telah mendirikan negeri ini. Tentulah ia akan memperlihatkan khazanah-khazanah hakikinya, kesempurnaan-kesempurnaannya, dan keahlian-keahliannya di pusat kerajaannya dengan cara sedemikian rupa, dan akan membuka tempat-tempat tamasya sedemikian rupa, hingga membuat akal-akal terperangah dalam ketakjuban.
Berarti orang-orang yang berada di medan ujian ini tidaklah dibiarkan begitu saja; istana-istana kebahagiaan dan penjara-penjara tengah menanti mereka...