Risale-i NurRisalah Orang-Orang Sakit

OBAT KEEMPAT:

Risalah Orang-Orang Sakit · hlm. 3

Wahai orang sakit yang suka mengeluh! Hakmu bukanlah mengeluh, melainkan bersyukur dan bersabar. Karena tubuhmu, anggota-anggota, dan perangkatmu bukanlah milikmu. Engkau tak membuatnya, tak membelinya dari bengkel lain. Artinya ia milik orang lain. Pemilik mereka mentasarrufkan dalam miliknya sekehendaknya. Sebagaimana dikatakan dalam Kelimat Kedua Puluh Enam, misalnya seorang seniman yang sangat kaya lagi sangat mahir; untuk memperlihatkan seninya yang indah dan kekayaannya yang berharga, dengan maksud menjadikan seorang yang miskin menjalankan tugas sebagai model, sebagai imbalan suatu upah, dalam waktu sejam saja, ia mengenakan pada si fakir itu sebuah baju, sebuah jubah kehormatan (hullah) yang ia jahit bertatah permata lagi sangat berseni. Ia mengerjakan dan memberi baju itu berbagai keadaan di atasnya. Untuk memperlihatkan berbagai jenis seninya yang luar biasa, ia memotong, mengubah, memanjangkan, memendekkan. Apakah orang miskin berupah itu berhak berkata kepada tokoh itu: “Engkau memberiku kepayahan, engkau memberiku kesulitan dengan keadaan yang engkau berikan melalui membungkuk dan bangkit, engkau merusak keindahanku dengan memotong dan memendekkan baju yang mempercantikku ini”? Dapatkah ia berkata engkau tak berbelas kasih, tak berkeadilan? Nah, persis seperti perumpamaan ini, Sang Pembuat Yang Mahaagung, wahai orang sakit! — untuk memperlihatkan ukiran-ukiran nama-nama-Nya yang indah (asmaul-husna) — memutarmu di dalam banyak keadaan dan mengubahmu dalam banyak keadaan pada baju jasad yang Dia kenakan kepadamu bertatah dengan indra-indra bercahaya seperti mata, telinga, akal, dan kalbu. Sebagaimana engkau mengenal nama-Nya Ar-Razzaq dengan lapar, kenalilah pula nama-Nya Asy-Syafi dengan penyakitmu. Karena kepedihan dan musibah memperlihatkan hukum sebagian nama-Nya, maka pada mereka terdapat kilatan hikmah dan pancaran rahmat, serta di dalam pancaran-pancaran itu terdapat banyak keindahan. Seandainya tabir dibuka, engkau akan menemukan makna-makna yang indah lagi disukai di balik tabir penyakit yang engkau takuti dan benci.