Risale-i NurRisalah Orang-Orang Sakit

OBAT KEDUA PULUH SATU:

Risalah Orang-Orang Sakit · hlm. 19

Wahai saudara yang sakit! Dalam penyakitmu terdapat penderitaan fisik, tetapi ada suatu kenikmatan maknawi yang penting yang meliputimu, yang mampu melenyapkan pengaruh penderitaan fisik itu. Sebab, jika ayah, ibu, dan kerabatmu masih ada, kasih sayang lama yang sangat nikmat yang telah lama engkau lupakan itu kembali bangkit di sekelilingmu, sehingga engkau kembali melihat tatapan-tatapan penuh kasih yang engkau saksikan pada masa kanak-kanak; di samping itu, persahabatan di sekitarmu yang tadinya tersembunyi di balik tabir, karena daya tarik penyakit, kembali memandangmu dengan penuh kecintaan. Karena itu, tentu penderitaan fisikmu ini menjadi sangat murah dibanding semua itu. Selain itu, orang-orang yang dahulu engkau layani dengan penuh kebanggaan dan yang perhatiannya engkau upayakan untuk engkau raih, karena penyakit kini melayanimu dengan penuh kasih sayang, sehingga engkau menjadi tuan bagi tuan-tuanmu. Dan karena engkau menarik kelembutan jenis (rikkat-i cinsiye) dan kasih sayang kejenisan pada manusia ke arah dirimu, dari ketiadaan engkau memperoleh banyak sahabat penolong dan teman yang penuh kasih sayang. Dan perintah untuk beristirahat dari berbagai pelayanan yang penuh kesukaran pun engkau terima dari penyakit, sehingga kini engkau beristirahat. Tentu penderitaanmu yang kecil itu, dibanding kenikmatan-kenikmatan maknawi ini, seharusnya mendorongmu kepada rasa syukur, bukan kepada keluhan.