ISYARAT KEDUA:
Panduan Wanita · hlm. 60
Hasil dari cinta kepada nafsu secara dihalalkan di dunia — yakni bukan cinta yang dibangun di atas kebaikan-kebaikannya, melainkan mendidiknya dengan kasih sayang yang dibangun di atas melihat kekurangan-kekurangannya untuk menyempurnakannya, dan menggiringnya kepada kebaikan — ialah: Dia memberikan di surga kekasih-kekasih yang layak bagi nafsu itu. Karena nafsu di dunia telah menggunakan hawa dan hasratnya dengan baik di jalan Allah, dan telah mempekerjakan perangkat dan perasaannya dalam bentuk yang baik; maka Sang Karîm Mutlak, sebagai hasil cinta yang dihalalkan dan penuh ubudiyah di dunia itu, akan memakaikan kepadanya di surga tujuh puluh perhiasan pakaian (hullah) yang berlainan — contoh-contoh dari tujuh puluh jenis hiasan dan kelembutan surga — dan akan menghiasi wujudnya dengan tujuh puluh jenis keindahan yang akan menyenangkan dan membelai segala indra pada nafsu itu; dan Dia akan memberikan di negeri kekal itu para bidadari yang masing-masing laksana surga kecil yang hidup — hal ini telah ditegaskan dan dibuktikan dengan amat banyak ayat.
Dan lagi, hasil dari cinta kepada masa muda di dunia — yakni membelanjakan kekuatan masa muda dalam ibadah — ialah: masa muda yang abadi di negeri kebahagiaan.