Risale-i NurPanduan Wanita

ISYARAT KEDELAPAN:

Panduan Wanita · hlm. 62

Hasil ukhrawi dari cinta yang penuh tafakur kepada dua wajah dunia yang indah — wajahnya sebagai ladang akhirat dan wajahnya sebagai cermin asma Ilahi — ialah: akan diberikan sebuah surga sebesar dunia, tetapi tidak fana seperti dunia yang fana ini, melainkan kekal. Dan asma yang di dunia hanya diperlihatkan bayang-bayangnya yang lemah, akan diperlihatkan di cermin-cermin surga itu dalam bentuk yang paling semarak. Dan lagi, hasil dari mencintai dunia pada wajahnya sebagai ladang akhirat ialah: Dia akan memberikan sebuah surga yang sedemikian rupa, sehingga dunia ini hanyalah laksana persemaiannya — sebuah ladang kecil yang sekadar menumbuhkan bibit-bibitnya; sedangkan indra dan perasaan manusia yang di dunia merupakan bibit-bibit kecil, akan berkembang di surga dalam bentuk yang paling sempurna, dan bakat-bakatnya yang di dunia laksana benih-benih kecil akan diberikan kepadanya dalam keadaan menguntai dengan berbagai jenis kelezatan dan kesempurnaan — hal ini, sebagaimana merupakan tuntutan rahmat dan hikmah, tetap pula dengan nas-nas hadis dan isyarat-isyarat al-Qur'an.

Lagi pula, karena ia tidak mencintai dunia dengan cinta tercela yang merupakan pangkal segala kesalahan, melainkan mencintai dua wajahnya yang memandang kepada asma dan kepada akhirat, demi asma dan akhirat itu, dan telah memakmurkan wajah-wajah itu dengan ibadah pikir — seakan-akan ia telah beribadah dengan seluruh dunianya. Tentu, menerima pahala sebesar dunia adalah tuntutan rahmat dan hikmah. Lagi pula, karena dengan cinta kepada akhirat ia telah mencintai ladangnya, dan dengan cinta kepada Allah ia telah mencintai cermin asma-Nya; tentu ia menginginkan sebuah kekasih seperti dunia. Dan kekasih itu adalah sebuah surga sebesar dunia.

Pertanyaan: Apa gunanya surga yang sebesar dan selengang itu?

Jawaban: Sebagaimana — andaikata mungkin — engkau menjelajahi penjuru-penjuru bumi dan kebanyakan bintang dengan kecepatan khayal, engkau dapat berkata, "Seluruh alam ini milikku"; keikutsertaan para malaikat, manusia, dan hewan tidaklah merusakkan pengakuanmu itu. Demikian pula, sekalipun surga itu penuh, engkau dapat berkata, "Surga itu milikku." Rahasia "surga seluas perjalanan lima ratus tahun" yang diberikan kepada sebagian ahli surga dalam hadis, telah diterangkan dalam Kelimat Kedua Puluh Delapan dan dalam Cahaya Ikhlas.