Sinar Pertama:
Lem'alar · hlm. 527
Al-Khâliq Yang Maha Agung pemilik alam semesta ini adalah Al-Qayyûm (Yang Maha Berdiri Sendiri) dengan Zat-Nya sendiri, Ad-Dâ'im (Yang Maha Kekal), lagi Al-Bâqî (Yang Maha Abadi). Segala sesuatu tegak, berlangsung, bertahan dalam wujud, dan memperoleh kelanggengan berkat Kayyûmiyah-Nya. Sekiranya nisbah Kayyûmiyah itu terputus sekejap saja, niscaya segala sesuatu binasa seketika. Tiada sekutu dan tiada tandingan bagi-Nya. Sebagian ahli kesesatan, karena tidak dapat mengetahui dari mana datangnya daya cipta Ilahi yang menakjubkan serta kilasan teragung qudrat Rabbani yang mereka rasakan di dalam transformasi-transformasi teratur pada atom-atom — yang sesungguhnya merupakan sebagian kilasan dari suatu Zat Yang Maha Suci yang terbebas dari materi, tersucikan dari ruang, mustahil terbagi dan terpecah, mustahil berubah dan berganti, serta yang kebutuhan dan kelemahan mustahil ada pada-Nya — dan karena tidak dapat memahami dari mana dikendalikannya kekuatan umum yang datang dari kilasan qudrat Shamadani itu, mereka pun menyangka materi dan kekuatan bersifat azali, lalu membuka mazhab-mazhab pengingkaran uluhiyah. Maka ini adalah sebuah pemaparan yang tinggi — dengan ungkapan yang amat cermat, sangat mendalam, lagi sangat luas — yang menyingkap isi dalam jalan-jalan mereka itu, dan yang menjelaskan wajah nan lembut dari mazhab kebenaran dan hakikat melalui manifestasi teragung rahasia Kayyûmiyah lalu memunculkannya dengan segenap keindahannya; sebuah pemaparan yang membatalkan mazhab kaum naturalis dan kaum materialis, membodohkan serta mempermalukan mereka.