Risale-i NurLem'alar

POIN KETIGA:

Lem'alar · hlm. 482

Ia menjelaskan bahwa — karena indra pengecap lebih banyak memandang kepada akal, ruh, dan hati daripada terbatas pada tubuh materiil — makanan-makanan lezat boleh dipilih dan dikejar dengan syarat tidak boros, tidak terjatuh dalam kehinaan dan kemelaratan, serta menggunakan lidah yang mengemban indra pengecap itu dalam bersyukur; dan hakikat ini dijelaskan melalui karamah agung menghidupkan orang mati dari Hazrat Syah Geylani (qaddasallâhu sirrahu) yang merupakan pemilik daya suci yang menakjubkan; ia menjelaskan bahwa (hal itu) mungkin dengan mencapai derajat-derajat tertinggi syukur, setelah ruh menguasai tubuh, hati menguasai nafsu, dan akal menguasai lambung.