Risale-i NurLem'alar

POIN KESEBELAS:

Lem'alar · hlm. 467

Ia membuktikan bahwa sumber Sunnah yang Mulia dari Zat Ahmadiyah adalah perkataan, keadaan, dan perbuatan beliau; bahwa masing-masing terbagi menjadi bagian-bagian fardu, nawafil (sunnah tambahan), dan adat (kebiasaan); dan bahwa — dengan rahasia وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظ۪يمٍ dalam Al-Qur'an — individu unik yang berada pada titik paling seimbang, baik secara maknawi dan rohani di antara jenis manusia, maupun dari sisi tabiat jasmaninya, serta berada pada pertengahan dan kesempurnaan titik keseimbangan dalam daya-daya jasmani dan nafsani, adalah Rasul Ekrem 'alaihis-salâtu was-salâm. Risalah ini pun, sebagaimana dikatakan di awal, adalah suatu penawar yang paling bermanfaat dan suatu iksir teragung.