Risale-i NurLem'alar

OBAT KELIMA:

Lem'alar · hlm. 257

Wahai orang sakit yang tertimpa penyakit! Pada masa ini, dengan pengalamanku telah datang keyakinanku bahwa; penyakit bagi sebagian orang adalah suatu ihsan Ilahi, suatu hadiah Rahmani. Dalam delapan sembilan tahun ini, padahal aku tak layak, sebagian tokoh muda berjumpa denganku untuk meminta doa sehubungan dengan penyakit. Aku memperhatikan bahwa; pemuda mana pun yang berpenyakit yang kulihat, dibandingkan pemuda lain, mulai memikirkan akhiratnya. Tak ada kemabukan masa muda. Ia menyelamatkan dirinya sampai suatu derajat dari hawa nafsu hewani di dalam kelalaian. Aku pun memandang, aku mengingatkan bahwa penyakit mereka yang dalam batas ketahanan adalah suatu ihsan Ilahi. Aku berkata: “Saudaraku, aku tak menentang penyakitmu ini, aku tak merasakan suatu belas kasih terhadapmu untuk penyakit ini lalu mengasihanimu sehingga aku mendoakan kesembuhanmu. Berupayalah bersabar sampai penyakit membangunkanmu sepenuhnya, dan setelah penyakit menyelesaikan tugasnya, insya Allah Sang Pencipta Yang Maha Penyayang memberimu kesembuhan.” Dan aku berkata: “Sebagian dari orang-orang sepertimu jatuh ke kelalaian dengan bala kesehatan, meninggalkan salat, tak memikirkan kubur, melupakan Allah, dan dengan kesenangan lahiriah kehidupan dunia sejam, mengguncang, mencederai, bahkan mungkin merusak kehidupan abadinya yang tak terhingga. Engkau, dengan mata penyakit, melihat kuburmu yang merupakan persinggahan yang pasti akan engkau datangi, dan di belakangnya persinggahan-persinggahan ukhrawi, dan engkau bertindak sesuai itu. Artinya, bagimu penyakit adalah suatu kesehatan. Adapun kesehatan pada sebagian orang sepertimu adalah suatu penyakit.”