OBAT KEDUA PULUH:
Lem'alar · hlm. 270
Wahai orang sakit yang mencari obat bagi penyakitnya! Penyakit terbagi menjadi dua bagian. Sebagian bersifat hakiki, dan sebagian lagi bersifat waham (khayalan). Adapun bagian yang hakiki, Sang Penyembuh Yang Mahabijaksana lagi Pemilik Keagungan telah menyusun satu obat bagi setiap penyakit di dalam apotek besar-Nya, yaitu bola bumi. Obat-obat itu menuntut adanya penyakit. Dia telah menciptakan satu penawar bagi setiap penyakit. Mengambil dan menggunakan obat-obatan untuk pengobatan adalah hal yang disyariatkan. Akan tetapi, pengaruh dan kesembuhan haruslah diyakini berasal dari Allah. Sebagaimana Dia yang memberikan penawar, Dia pula yang memberikan kesembuhan. Mematuhi anjuran dokter-dokter yang ahli lagi religius adalah obat yang penting. Sebab kebanyakan penyakit timbul dari penyalahgunaan, ketiadaan pantangan, pemborosan, kesalahan-kesalahan, foya-foya, dan kelalaian. Dokter yang religius tentu memberikan nasihat dan wasiat dalam lingkup yang disyariatkan. Ia mencegah dari penyalahgunaan dan pemborosan, serta memberikan hiburan. Si sakit yang memercayai wasiat dan hiburan itu, penyakitnya menjadi ringan, dan sebagai ganti kesempitan ia memperoleh kelegaan.
Adapun bagian penyakit waham, obatnya yang paling mujarab adalah tidak mempedulikannya. Semakin dipedulikan, ia semakin membesar dan menggembung. Jika tidak dipedulikan, ia mengecil dan sirna. Sebagaimana lebah, semakin diganggu semakin berkerumun di atas kepala manusia, tetapi jika tidak dihiraukan ia akan bubar. Demikian pula, khayalan yang timbul dari seutas tali yang bergoyang di depan mata dalam kegelapan, semakin dipedulikan semakin membesar. Bahkan terkadang hal itu membuatnya lari seperti orang gila; namun jika tidak dipedulikan, ia akan melihat bahwa tali biasa itu bukanlah ular, lalu menertawakan kepanikan yang menimpanya. Jika penyakit waham ini berlangsung lama, ia berubah menjadi kenyataan. Pada orang-orang yang penuh waham dan pemarah, ia merupakan penyakit yang buruk. Ia membuat biji menjadi kubah (membesar-besarkan perkara kecil); dan kekuatan maknawinya pun runtuh.
Terlebih lagi jika ia berjumpa dengan tabib-tabib setengah ahli yang tak berbelas kasih atau dokter-dokter yang tak berperikeadilan, waham-wahamnya justru akan lebih terpicu. Jika ia kaya, hartanya akan lenyap; jika tidak, entah akalnya yang hilang atau kesehatannya yang hilang.