Risale-i NurLem'alar

OBAT KEDUA PULUH DUA:

Lem'alar · hlm. 272

Wahai saudara yang tertimpa penyakit-penyakit berat seperti stroke (nüzul)! Pertama-tama, aku menyampaikan kabar gembira kepadamu bahwa bagi seorang mukmin, stroke dipandang sebagai sesuatu yang penuh berkah. Hal ini telah lama kudengar dari para wali. Namun aku tidak mengetahui rahasianya. Suatu rahasianya terlintas di kalbuku sebagai berikut: Para wali Allah, untuk sampai kepada Allah, terlepas dari bahaya-bahaya maknawi dunia yang besar, dan menjamin kebahagiaan abadi, telah mengikuti dua asas secara sukarela:

Pertama:

Rabithah kematian (senantiasa mengingat kematian). Yakni: dengan memikirkan bahwa sebagaimana dunia bersifat fana, dirinya pun adalah tamu fana yang bertugas di dalamnya, mereka bekerja untuk kehidupan abadi mereka dengan cara demikian.

Kedua:

Untuk terlepas dari bahaya nafsu amarah dan perasaan buta, mereka berupaya mematikan nafsu amarah melalui khalwat (çile) dan riyadhah.

Wahai kalian, saudara yang kehilangan kesehatan separuh tubuhnya! Tanpa engkau pilih sendiri, kepadamu telah diberikan dua asas yang singkat, mudah, dan menjadi sebab kebahagiaan; sebab keadaan tubuhmu senantiasa mengingatkan akan kefanaan dunia dan kefanaan manusia. Dunia tidak lagi mampu menenggelamkanmu, dan kelalaian tidak mampu menutup matamu. Dan terhadap seseorang yang berada dalam keadaan setengah manusia, nafsu amarah tentu tidak mampu memperdayanya dengan hawa nafsu yang hina dan syahwat nafsani, sehingga ia segera terlepas dari bencana nafsu itu.

Nah, dengan rahasia iman, penyerahan diri, dan tawakal, seorang mukmin dapat mengambil manfaat dari penyakit berat seperti stroke itu dalam waktu singkat, seperti manfaat khalwat para wali. Ketika itu, penyakit berat itu menjadi sangat murah.