Risale-i NurLem'alar

OBAT KEDELAPAN BELAS:

Lem'alar · hlm. 502

Suatu obat yang memperlihatkan bahwa manusia sama sekali tidak berhak meninggalkan syukur lalu beralih kepada keluhan dan mengeluh atas hilangnya suatu haknya; sebab, dari sisi bahwa di atasmu ada banyak nikmat Allah Ta'ala, karena engkau tidak menunaikan hak syukur atasnya, engkau telah berbuat suatu kezaliman terhadap Allah Ta'ala; sekaligus bahwa engkau — dari sisi kesehatan — hendaklah memandang kepada orang-orang malang yang lebih rendah darimu, yakni jika satu jarimu, satu tanganmu, atau satu matamu tidak ada, engkau hendaklah memandang kepada mereka yang tidak memiliki dua jari, dua tangan, atau dua mata; sebab, padahal engkau datang ke dalam wujud dari ketiadaan, dan — dengan tidak menjadi batu, pohon, atau hewan, melainkan menjadi manusia — memperoleh nikmat Islam serta kesehatan dan keselamatan, dan meraih suatu derajat yang tinggi; maka mengeluh dan memperlihatkan ketidaksabaran atas nikmat-nikmat yang terlepas dari tanganmu — karena beberapa gangguan, karena pilihan burukmu sendiri, dan karena penyalahgunaanmu — dan yang tak terjangkau tanganmu, adalah suatu pengingkaran nikmat (küfran-ı nimet).