LEM'A KETUJUH:
Lem'alar · hlm. 463
28
Dari tiga ayat agung لَقَدْ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ اِنْ شَٓاءَ اللّٰهُ اٰمِن۪ينَ مُحَلِّق۪ينَ رُؤُسَكُمْ وَ مُقَصِّر۪ينَ لاَ تَخَافُونَ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذٰلِكَ فَتْحًا قَر۪يبًا ❊ هُوَ الَّذ۪ٓى اَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدٰى وَد۪ينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدّ۪ينِ كُلِّه۪ وَ كَفٰى بِاللّٰهِ شَه۪يدًا ❊ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّٰهِ وَالَّذ۪ينَ مَعَهُٓ اَشِدَّٓاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَٓاءُ بَيْنَهُمْ تَرٰيهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِنَ اللّٰهِ وَ رِضْوَانًا س۪يمَاهُمْ ف۪ى وُجُوهِهِمْ مِنْ اَثَرِ السُّجُودِ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰيةِ وَ مَثَلُهُمْ فِى اْلاِنْج۪يلِ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْاَهُ۫ فَاٰزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوقِه۪ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغ۪يظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذ۪ينَ اٰمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَ اَجْرًا عَظ۪يمًا di akhir Surah Al-Fath, dari sepuluh sisi kemukjizatan, ia hanya menjelaskan delapan pewartaan gaib dari sisi pewartaan hal gaib (ihbâr bil-ghaib); ia membuktikan bahwa ketiga ayat ini, dengan sendirinya, adalah suatu mukjizat yang terang. Dalam pelengkapnya, ia mengisyaratkan suatu poin kemukjizatan penting dari ayat فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذ۪ينَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيّ۪ينَ وَ الصِّدّ۪يق۪ينَ وَ الشُّهَدَٓاءِ وَ الصَّالِح۪ينَ وَ حَسُنَ اُولٰٓئِكَ رَف۪يقًا — dari jenis pewartaan gaib yang sama seperti ayat di akhir Surah Al-Fath — kepada pewartaan-pewartaan gaibnya.
Dalam penutupnya, ia menjelaskan suatu poin kemukjizatan yang teramat cemerlang dari poin-poin kemukjizatan Al-Qur'an Yang Maha Bijaksana dari sisi tawafuk (keselarasan); ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an tersisipkan dalam Al-Fatihah, Al-Fatihah dalam Basmalah, dan Basmalah dalam Alif Lâm Mîm, dari suatu sisi. Selain itu, salah satu tawafuk halus nan mukjizat dari lafal "Allah" dalam Mushaf-Mushaf bercatatan tepi yang paling tersebar dan beredar adalah sebagai berikut: pada bagian atas baris terakhir halaman, dalam seluruh Al-Qur'an, lafal Jalâlah (Allah) muncul selaras sebanyak delapan puluh kali, dan pada bagian bawahnya pun sebanyak delapan puluh kali, satu di atas yang lain; serta saling menunjukkan satu sama lain dengan keselarasan sempurna di balik halaman-halaman, seolah-olah dari delapan puluh bilangan itu muncul satu lafal Jalâlah tunggal.. dan (lafal itu) di tengah-tengah baris terakhir sebanyak lima puluh lima dan di awalnya sebanyak dua puluh lima, bersama-sama menjadi delapan puluh pula; sebagaimana delapan puluh ini selaras dengan kedua delapan puluh itu dalam hal kedelapan-puluhannya, terdapatnya dua ratus empat puluh tawafuk halus hanya pada baris-baris terakhir halaman memperlihatkan bahwa: sebagaimana ayat, kata, dan huruf Al-Qur'an Yang Maha Agung masing-masingnya secara tersendiri menjadi poros kemukjizatan, demikian pula ukiran dan tulisan kata-katanya pun menjadi penerima suatu nyala kemukjizatan tersendiri.