LEM'A KELIMA
Lem'alar · hlm. 29
{(1): Ustad kami yang mulia, dalam catatan kaki Bab Keenam dari Lem'a Arab Kedua Puluh Sembilan, menerangkan tentang kedua kalimat ini: “Karena tingkatan kedua kalam mubarak ini lebih bersifat pikiran dan zikir daripada ilmu, maka disebutkan dalam bahasa Arab...” — Para Pelayan Bedîüzzaman} Tadinya akan menjadi sebuah risalah yang menerangkan suatu hakikat yang teramat penting dari ayat حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَك۪يلُ melalui lima belas tingkatan. Namun, karena ia lebih berkaitan dengan zikir dan tafakur daripada dengan hakikat dan ilmu, maka untuk sementara ia ditangguhkan. Sungguh, sebuah risalah yang teramat penting bernama “Mirqâtus-Sunnah wa Tiryâqu Maradil-Bid'ah” — yaitu Lem'a Kesebelas — pada mulanya ditulis dengan nama Lem'a Kelima. Namun karena risalah itu terbagi menjadi sebelas nuktah penting, ia masuk ke dalam Lem'a Kesebelas. Maka Lem'a Kelima pun tertinggal kosong.