ISYARAT KETUJUH:
Lem'alar · hlm. 470
Karena para imam Muktazilah menganggap penciptaan keburukan sebagai keburukan, mereka tidak menisbahkan penciptaan kekufuran dan kesesatan kepada Allah, dengan menyangka bahwa dengan itu mereka menyucikan Allah. Suatu jawaban yang membungkam, teramat kuat, lagi logis terhadap persoalan-persoalan penting Muktazilah ini dan terhadap kaum Majusi yang menganggap adanya pencipta keburukan yang terpisah.. sekaligus suatu jawaban yang teramat diterima lagi meyakinkan terhadap Muktazilah dan sebagian kaum Khawarij yang mengatakan: "Orang yang melakukan dosa besar tidak dapat tetap mukmin!"