ISYARAT KETIGA BELAS:
Lem'alar · hlm. 472
Ia adalah "Tiga Butir".
Yang pertama:
Suatu jawaban yang akan sepenuhnya membungkam setan dari jenis jin maupun manusia, terhadap tipu daya setan yang paling besar — yaitu menipu manusia-manusia yang sempit hati, pendek akal, dan cupet pikiran dari sisi keagungan hakikat-hakikat keimanan.
Butir Kedua:
Setan, dengan membuat manusia yang berbuat salah tidak mengakui kesalahannya, menutup jalan istigfar dan isti'âzah, lalu dengan menggerakkan keakuan (ananiah), membuatnya membela nafsunya bagaikan seorang pengacara. Suatu jawaban yang akan meyakinkan setiap orang terhadap (setan yang) seolah membuat (manusia) menyucikan nafsunya dari kekurangan. Ia menjelaskan bahwa tidak melihat kesalahan diri adalah suatu kesalahan yang lebih besar daripada kesalahan itu, dan bahwa melihat kesalahan diri berarti mengeluarkan kesalahan itu dari kesalahannya.
Butir Ketiga:
Suatu tipu daya setan yang paling penting yang merusak kehidupan sosial manusia — yaitu "menutupi kebaikan-kebaikan seorang mukmin dengan satu keburukannya" sehingga menimbulkan permusuhan terhadap mukmin itu; suatu jawaban yang berharga, benar, lagi kuat — dengan prinsip dalam tajalli keadilan mutlak Ilahi di timbangan terbesar — yang diperlukan oleh setiap orang, khususnya oleh manusia-manusia yang bertabiat keras lagi sukar dipuaskan.
Nah, sebagaimana risalah ini menutup tiga belas jalan serangan setan dari jenis manusia dan jin dengan tiga belas isyarat; demikian pula ia menjadi tiga belas kunci untuk berlindung di benteng kukuh Surah قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ, dan membuka tiga belas pintu bagi ahli iman.
Risalah Hikmatul-Isti'âzah ini memiliki dua saudara yang penting. Yang satu, "Hücûmât-ı Sitte" (Enam Serangan) yang merupakan Risalah Keenam dari Surat Kedua Puluh Sembilan, adalah suatu benteng yang penting; demikian pula saudara keduanya, risalah dari Surat Kedua Puluh Enam yang bernama "Hujjatul-Qur'ân 'alasy-Syaithâni wa Hizbihi", adalah suatu benteng yang kukuh. Ketiga risalah ini saling berkaitan. Dan aku mengingatkan bahwa ia sangat diperlukan bagi ahli iman pada masa ini. Akan tetapi, risalah-risalah ini hanya boleh diberikan ke tangan orang-orang yang sepenuhnya setia kepada Al-Qur'an. Ia tidak boleh diberikan ke tangan orang-orang yang berpihak kepada bid'ah dan kesesatan, atau yang terjangkiti politik praktis. Khususnya "Hücûmât-ı Sitte" — karena di dalamnya tercampur bahasa keras Said yang Lama — dikhususkan bagi saudara-saudaraku yang paling khusus lagi paling setia. Untuk saat ini, aku menganjurkan agar ia tidak diperlihatkan kepada orang-orang yang tidak berbakat mendengarkan dan menerima kebenaran. Demikian pula "İşârât-ı Seb'a" (Tujuh Isyarat), seperti "Hücûmât-ı Sitte", untuk saat ini dikhususkan bagi kalangan istimewa.