Risale-i NurLampiran Kastamonu

Saudara-saudaraku yang mulia, setia, dan diberkahi!

Lampiran Kastamonu · hlm. 21

Hadiah maknawi hari raya kalian ini mengucapkan selamat hari rayaku dengan ucapan sedemikian rupa, sehingga seandainya aku punya ribuan kesedihan, ia akan menghapusnya. Seribu bârekâllah. Di zaman seperti ini, kesetiaan yang ikhlas semacam itu, ukhuwah karena wajah Allah (livechillah), dan pertolongan fi sabilillah semacam itu hanya ada pada para shiddiqin yang bercita-cita tinggi (âlîhimmet). Segala puji dan syukur tak terhingga bagi Hâlık-ı Zülcelal (Sang Pencipta Pemilik Keagungan), yang telah menjadikan orang-orang seperti kalian sebagai khadim Al-Qur'an al-Hakim dan murid Risale-i Nur.

Saudaraku Hüsrev! Bahwa engkau, atas nama seluruh saudara, demi ucapan selamat hari raya, menghadiahkan bagian terbesar dari Mektubat (Surat-Surat) — didahului oleh juz-juz Al-Qur'an yang sangat manis dan indah di bagian awalnya — itu setara dengan seribu ucapan selamat. Seribu bârekâllah.

Saudaraku Küçük Ali! Hadiah maknawimu yang besar benar-benar sangat mengejutkanku, membuatku amat tertegun. Tulisan-tulisan yang begitu sempurna itu, aku tak bisa membedakan apakah karya Büyük Ali atau Küçük Ali. Aku melihat seakan bagiku telah datang ke dunia kembali seorang Abdurrahman, seorang Lütfü; seorang pahlawan penolong dalam sistem Büyük Hâfız Ali, dan sebilah pedang intan di tangan dua Mustafa yang diberkahi, ikhlas, dan berharga — yang berlari menolong seorang tak berdaya sepertiku dalam penaklukan (fetih) tempat ini. Mâşâallah, seakan engkau telah merangkum ke dalamnya pula pabrik besar nan bercahaya milik Büyük Hâfız Ali, yaitu Kuleönü; engkau menunjukkan pena yang sama, gaya yang sama, kemampuan yang sama. Kalian telah memakaikan Risale-i Nur sebuah pakaian bertatahkan permata, dengan ukiran-ukiran yang pantas bagi perawakannya yang sempurna.