Saudara-saudaraku yang mulia, penuh kesetiaan, penuh pengorbanan, dan setia!
Lampiran Kastamonu · hlm. 35
Kali ini, dari hadiah maknawi kalian yang sangat berharga dan di luar dugaan, terlintas tiga-empat masalah kecil:
Yang Pertama: Pernyataan dalam Keramat Aleviyah Ketiga (Üçüncü Keramet-i Aleviye) bahwa di antara risalah hanya ada dua zeyl (lampiran), yang dimaksud adalah zeyl yang telah berbentuk risalah. Sedangkan zeyl-zeyl yang lain dipandang setara dengan penutup, tambahan, dan haşiye.
Yang Kedua: Dalam wirid terbesar dari dua Âyet-ül Kübra — meski tak terlintas di benakku — karena Surat Kedua Puluh (Yirminci Mektub) dan Kalimat Ketiga Puluh Dua (Otuzikinci Söz) telah menjelaskan dan menerjemahkan bagian-bagian pentingnya sampai derajat yang tak lagi menyisakan kebutuhan padaku, maka — walau aku berniat dan berjanji — aku tidak dipekerjakan dalam penerjemahannya.
Yang Ketiga: Karena Risale-i Nur terpisah dariku dan aku pun jatuh jauh dari lingkaran pencerahannya, demi membuat kawasan ini serta tempat-tempat lain seperti Eskişehir turut mendapat bagian dari sebagian hakikatnya yang penting dan diperlukan, aku mengetahui — dan sangat bersyukur — bahwa inayah Ilahi menggunakan diriku, hampir tanpa kehendakku, untuk menjelaskan sebagian hakikat itu dengan pengulangan — seakan baru ditulis — namun dengan cara-cara lain yang indah.
Kali ini, sebagai balasan atas hadiah-hadiah kalian, seandainya aku mampu, hanya menurut harga materinya saja aku akan memberi sepuluh lira untuk tiap risalah, dua puluh lima keping emas — bahkan intan — untuk Kalimat Kedua Puluh Lima (Yirmibeşinci Söz), dan dua puluh sembilan yakut untuk Kalimat Kedua Puluh Sembilan (Yirmidokuzuncu Söz). Kalau begitu, terimalah seakan sudah kuberikan. Ya, pena Alevî yang berhasil dalam tevafuk telah memperlihatkan sebuah dalil indah yang kasatmata bagi Keramet-i Aleviye. Seratus ribu mâşâallah. Kilatan Orang Sakit (Hastalar Lem'ası) dan Kilatan Enam Nama (Esma-i Sitte Lem'ası) yang ditulis Hüsrev dengan sangat manis dan luar biasa, di mataku tampak setara dengan dua surat yang menjadi sumber kesetiaan (sadakatmedar) — yang ditulis bersepuh intan dan sepanjang keduanya; itu mengingatkanku akan khidmah-khidmahnya yang sangat penting bagi Risale-i Nur dengan air mata. Dan sebanyak jumlah huruf risalah-risalah dalam hadiah firdausi kalian, semoga Cenab-ı Erhamürrâhimîn (Allah Yang Paling Penyayang di antara para penyayang) menganugerahi kalian rahmat, keberkahan, dan kebahagiaan. Âmîn.
Saudaraku Hâfız Ali yang sungguh-sungguh dan tulus, yang tak kenal lelah dan tak kenal jenuh! Doa untukmu di akhir İ'caz-ı Kur'an (Kemukjizatan Al-Qur'an) yang ditulis dengan penamu yang berhasil dalam tevafuk — اَللّٰهُمَّ وَفِّقْهُ ف۪ى خِدْمَةِ الْقُرْاٰنِ وَ اْلا۪يمَانِ — kali ini tak tersisa keraguanku bahwa ia telah benar-benar dikabulkan.
Salam satu per satu untuk seluruh saudara. Said Nursî