KELIMAT KEEMPAT BELAS
Kelimat · hlm. 756
63 Mendekatkan ke pemahaman sebagian hakikat Qur'ani yang tinggi lagi luas yang tak muat dalam akal yang sempit, dengan perumpamaan dan analogi yang terlihat mata. Misalnya: ia menjelaskan dengan cara yang membuat akal menerima dan kalbu meyakini hakikat sangat tinggi lagi sangat luas ayat-ayat خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَاْلاَرْضَ ف۪ى سِتَّةِ اَيَّامٍ ❊ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍٍ اِلاَّ ف۪ى كِتَابٍ مُب۪ينٍٍ ❊ وَ السَّمٰوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَم۪ينِه۪ ❊ اِنَّمَٓا اَمْرُهُٓ اِذَٓا اَرَادَ شَيْئًا اَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ❊ وَمَٓا اَمْرُ السَّاعَةِ اِلاَّ كَلَمْحِ الْبَصَرِ (Ia menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; dan tiada sesuatu yang basah maupun kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata; dan langit-langit tergulung dengan tangan kanan-Nya; sesungguhnya perintah-Nya apabila Ia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya "Jadilah," maka jadilah ia; dan tidaklah urusan Kiamat melainkan seperti sekejap mata) dengan perumpamaan dan analogi. Di akhirnya ada suatu tamparan penyadar yang berpengaruh bagi nafsu ammarah. Siapa yang menjadi budak nafsu, jika membacanya dan menerimanya, akan bebas dari perbudakan.
PENUTUP KELIMAT KEEMPAT BELAS: 169 Suatu palu godam bagi kepala yang lalai, dan suatu pelajaran ibrah.
LAMPIRAN KELIMAT KEEMPAT BELAS: 171 Jawaban atas enam pertanyaan penting tentang gempa bumi.