Risale-i NurKelimat

KELIMAT KEDUA PULUH DUA

Kelimat · hlm. 760

279 Menafsirkan suatu hakikat penting ratusan ayat yang bermakna فَاعْلَمْ اَنَّهُ لآَ اِلٰهَ اِلاَّ اللّٰهُ ❊ اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ (Maka ketahuilah bahwa tiada Ilah selain Allah; Allah Pencipta segala sesuatu) tentang tauhid hakiki, dengan "Dua Maqam".

Maqam Pertama: dengan suatu hikayat perumpamaan yang indah, cemerlang, lagi kokoh, dengan "Dua Belas Burhan" laksana dua belas anak tangga, ia membuktikan ketauhidan Ilahi dengan cara yang begitu pasti, sehingga memaksa musyrik yang paling keras kepala untuk bertauhid. Dan dengan cara yang mudah namun kuat, sederhana namun cemerlang, ia membuktikan wujud, ketauhidan, dan keahadan Yang Wajibul Wujud beserta seluruh sifat dan asma-Nya.

Adapun Maqam Keduanya: di samping membuktikan ketauhidan Ilahi dengan "Dua Belas Kilau" berupa dua belas burhan terang di balik tabir hikayat perumpamaan, ia membuktikan pula sifat-sifat jalal, jamal, dan kamal-Nya di dalam ketauhidan. Dalil-dalil dalam kilau-kilau itu begitu pasti sehingga tak menyisakan tempat bagi keraguan. Dan begitu menyeluruh sehingga membuka jendela makrifatullah sebanyak bilangan makhluk, bahkan sebanyak bilangan partikel. Dan dengannya ia membuktikan wujud Yang Wajibul Wujud beserta seluruh sifat dan asma-Nya menghadapi orang yang paling keras kepala.