Risale-i NurKelimat

KELIMAT KEDELAPAN

Kelimat · hlm. 754

34 Di samping menafsirkan suatu rahasia penting ayat اَللّٰهُ لآَ اِلٰهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ dan اِنَّ الدّ۪ينَ عِنْدَ اللّٰهِ اْلاِسْلاَمُ (Allah, tiada Ilah selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri; dan Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam) tentang hakikat dunia, hakikat manusia di dunia, dan hakikat agama pada manusia — dengan suatu perumpamaan yang indah lagi cemerlang (yang asalnya ada dalam Suhuf Ibrahim) — dan di samping memperlihatkan hakikat dunia, ruh manusia di dunia, serta nilai agama pada manusia; ia membuktikan bahwa manusia tanpa agama adalah makhluk yang paling malang, dan dengan menunjukkan cara membuka tilsim alam ini serta menyelamatkan ruh manusia dari kegelapan; ia memperlihatkan — dengan suatu perbandingan yang sangat halus lagi indah — keadaan dahsyat orang malang yang fasik dan keadaan bahagia orang beruntung yang saleh.