Risale-i NurKelimat

ISYARAT KEDUA

Kelimat · hlm. 620

Hasil dari kecintaan halal kepada nafsu di dunia — yakni bukan kecintaan yang dibangun di atas kebaikan nafsu, melainkan kasih yang dibangun di atas melihat kekurangannya lalu menyempurnakannya — yaitu mendidik nafsu dan menggiringnya kepada kebaikan: memberikan kepada nafsu itu kekasih-kekasih yang layak di surga. Selama nafsu di dunia telah menggunakan hawa dan keinginannya dengan baik di jalan Allah, dan memperkerjakan perkakas serta indranya dalam rupa yang baik; maka Sang Kerim Mutlak, sebagai hasil kecintaan halal lagi penuh ubudiyah di dunia, akan mengenakan kepadanya di surga tujuh puluh busana berbeda yang menjadi contoh dari tujuh puluh macam hiasan dan kelembutan surga, menghias wujudnya dengan tujuh puluh macam kebaikan yang menyenangkan dan mengusap seluruh indra nafsu, serta memberikan di negeri kekal itu bidadari-bidadari yang masing-masing laksana surga kecil yang berjiwa — telah ditegaskan dan dibuktikan dengan banyak ayat.

Dan kecintaan kepada masa muda di dunia — yakni menyalurkan kekuatan masa muda dalam ibadah — hasilnya: sebuah masa muda abadi di negeri kebahagiaan.