Gambaran Pertama
Kalimat Kesepuluh · hlm. 35
dan yang paling luhur, menghadap kepada Shâni'-nya: yaitu mempersembahkan permata-permata keajaiban seni yang disematkan-Nya pada benda itu ke hadapan pandangan Sang Syâhid Azali dalam bentuk parade. Bagi pandangan itu, hidup sekejap yang mengalir pun sudah cukup. Bahkan istidad yang berkedudukan sebagai niat secara potensi, tanpa sempat mewujud, pun sudah cukup. Maka ciptaan-ciptaan lembut yang cepat lenyap serta biji-biji dan benih-benih — masing-masing sebuah keajaiban seni — yang tidak sempat mewujud, yakni tidak sempat bertunas, memenuhi tujuan ini dengan sepenuhnya. Ketiadaan manfaat dan kesia-siaan tidak menyentuh mereka. Berarti tujuan pertama segala sesuatu ialah: dengan kehidupan dan wujudnya memamerkan mukjizat-mukjizat kudrat dan jejak-jejak seni Shâni'-nya, lalu mempersembahkannya ke hadapan pandangan Sang Sultan Dzul-Jalâl.