Risale-i NurKalimat Kesepuluh

Gambaran Kesepuluh:

Kalimat Kesepuluh · hlm. 9

Mari, hari ini adalah Nauruz sang sultan. {(Hasyiyah): Rumus gambaran ini akan engkau lihat dalam Hakikat Kesembilan. Misalnya: hari Nauruz adalah isyarat kepada musim semi. Padang hijau yang berbunga-bunga adalah muka bumi pada musim semi. Adapun tirai-tirai dan pemandangan-pemandangan yang berganti adalah isyarat kepada lapisan-lapisan makhluk musim semi dan golongan-golongan ciptaan-ciptaan (masnû'ât) musim panas — yang dari permulaan musim semi hingga penghujung musim panas diganti oleh Sang Shâni' Qadîr Dzul-Jalâl, Sang Fâthir Hakîm Dzul-Jamâl dengan keteraturan yang sempurna, disegarkan dengan rahmat yang sempurna, dan dikirim susul-menyusul — serta kepada makanan-makanan yang menjadi sumber rezeki hewan dan manusia.} Akan terjadi suatu perubahan besar, dan akan muncul perkara-perkara menakjubkan. Pada hari musim semi yang indah ini, kita pergi ke padang hijau yang berhias bunga-bunga indah ini dan bertamasya sejenak. Lihatlah! Penduduk pun berdatangan ke arah ini. Lihat, ada suatu sihir. Bangunan-bangunan itu seketika runtuh, lalu mengambil bentuk yang lain. Lihat, ada suatu mukjizat. Bangunan-bangunan yang runtuh itu seketika dibangun di sini. Seakan-akan padang kosong ini menjadi sebuah kota yang beradab. Lihat, bagaikan layar-layar sinema, setiap saat ia menampilkan alam yang lain dan mengambil bentuk yang lain. Perhatikanlah ini: di dalam layar-layar hakiki yang sedemikian rumit, cepat, dan majemuk itu terdapat keteraturan yang betapa sempurna, sehingga segala sesuatu diletakkan tepat pada tempatnya. Layar-layar sinema khayali pun tidak mungkin seteratur ini. Jutaan penyihir yang mahir pun tidak akan mampu membuat karya-karya seni ini. Berarti raja yang tidak tampak oleh kita itu memiliki mukjizat-mukjizat yang amat besar.

Wahai si dungu! Engkau berkata: "Bagaimana mungkin negeri yang sedemikian besar ini dihancurkan lalu didirikan di tempat lain?"

Maka engkau melihat: setiap saat terjadi banyak pergolakan dan pergantian, seperti pergantian negeri yang tidak diterima akalmu itu. Dari perhimpunan, pembubaran, dan keadaan-keadaan ini dipahami bahwa: di dalam perhimpunan-perhimpunan, pembubaran-pembubaran, pembentukan-pembentukan, dan penghancuran-penghancuran yang cepat dan tampak ini terdapat suatu maksud yang lain. Untuk perhimpunan sesaat dikeluarkan biaya sebanyak sepuluh tahun. Berarti keadaan-keadaan ini bukanlah maksud pada dirinya sendiri. Semuanya adalah suatu tamsil, suatu tiruan. Zat itu melakukannya dengan mukjizat. Agar gambar-gambarnya diambil dan dirangkai, serta hasil-hasilnya dipelihara dan dituliskan. — Sebagaimana segala sesuatu di medan ujian manuver itu dicatat dan dituliskan. — Berarti di suatu tempat berhimpun yang terbesar, urusan akan terus berjalan dan berputar di atas semua ini. Dan akan dipertunjukkan secara kekal di suatu tempat pameran yang teragung. Berarti keadaan-keadaan yang fana dan tak menentu ini menghasilkan gambar-gambar yang tetap dan buah-buah yang kekal.

Berarti perayaan-perayaan ini adalah demi suatu kebahagiaan yang teragung, demi sebuah Mahkamah Kubrâ, demi tujuan-tujuan luhur yang tidak kita ketahui...