Gambaran Kedua Belas:
Kalimat Kesepuluh · hlm. 11
Mari, sekarang kita akan kembali. Kita akan berbincang dengan para pemimpin dan para perwira jamaah-jamaah ini, dan kita akan memeriksa perlengkapan mereka: apakah perlengkapan itu diberikan hanya untuk bertahan hidup dalam waktu singkat di medan itu? Ataukah diberikan untuk meraih suatu kehidupan bahagia yang panjang di tempat lain? Mari kita lihat. Kita tidak mungkin memeriksa setiap orang dan setiap perlengkapan. Namun sebagai contoh, kita akan memeriksa buku saku dan buku catatan perwira ini: di dalam buku saku ini terdapat pangkat sang perwira, gajinya, tugasnya, kebutuhan-kebutuhannya, dan pedoman gerak-geriknya. Lihat, pangkat ini bukan untuk beberapa hari; ia dapat diberikan untuk masa yang amat panjang. Tertulis: "Gaji ini akan engkau terima dari perbendaharaan khusus pada tanggal sekian." Padahal tanggal itu datang lama sesudahnya, setelah medan ini ditutup. Adapun tugas ini diberikan bukan menurut ukuran medan yang sementara ini, melainkan untuk meraih suatu kebahagiaan yang kekal dalam kedekatan dengan raja. Adapun kebutuhan-kebutuhan ini tidak mungkin untuk sekadar bertahan hidup beberapa hari di penginapan ini. Melainkan hanya mungkin untuk suatu kehidupan yang panjang dan penuh bahagia. Adapun pedoman ini menyingkapkan dengan sepenuhnya bahwa pemilik buku saku itu adalah calon bagi tempat yang lain; ia bekerja untuk alam yang lain. Lihatlah, di dalam buku-buku catatan ini terdapat tata cara penggunaan alat-alat perlengkapan dan tanggung jawab-tanggung jawabnya. Padahal, seandainya tidak ada suatu tempat yang tinggi dan kekal selain medan ini saja, niscaya buku catatan yang kokoh ini dan buku saku yang pasti itu menjadi sama sekali tanpa makna. Dan perwira yang terhormat, komandan yang dimuliakan, serta pemimpin yang dijunjung ini akan jatuh ke suatu derajat yang lebih rendah daripada seluruh penduduk: lebih malang daripada semua orang, lebih tak berdaya, lebih hina, lebih tertimpa musibah, lebih fakir, dan lebih lemah. Maka kiaskanlah kepada hal ini. Apa pun yang engkau perhatikan, ia bersaksi bahwa: setelah yang fana ini ada yang kekal...
Wahai kawan! Berarti negeri yang sementara ini berkedudukan sebagai sebuah ladang. Ia sebuah tempat pelatihan, sebuah pasar. Tentu di belakangnya akan datang sebuah Mahkamah Kubrâ dan sebuah kebahagiaan yang teragung. Jika engkau mengingkari hal ini, engkau terpaksa mengingkari buku-buku saku, buku-buku catatan, perlengkapan-perlengkapan, dan pedoman-pedoman yang ada pada seluruh perwira — bahkan seluruh keteraturan di negeri ini, bahkan pemerintahannya; dan haruslah engkau mendustakan wujud seluruh pelaksanaan yang telah terjadi. Pada saat itu engkau tidak lagi dapat disebut manusia dan makhluk yang berkesadaran. Engkau menjadi lebih tak berakal daripada kaum Sûfasthâ'iyyah.
Janganlah sekali-kali engkau menyangka bahwa dalil-dalil pergantian negeri terbatas pada "Dua Belas Gambaran" ini. Sebaliknya, ada tanda-tanda dan dalil-dalil yang tiada terhitung dan tiada terhingga bahwa: negeri yang tak menentu dan terus berubah ini akan diubah menjadi sebuah negeri yang tak mengenal kelenyapan dan mantap. Ada pula isyarat-isyarat dan alamat-alamat yang tiada terhitung dan tiada terhingga bahwa: penduduk ini akan diambil dari penginapan-penginapan sementara ini dan akan dikirim ke pusat kerajaan yang kekal.
Terlebih lagi, mari, akan kutunjukkan kepadamu satu burhan (bukti) lagi yang lebih kuat daripada kekuatan "Dua Belas Gambaran" itu.
Maka mari, lihatlah: di tengah jamaah agung yang tampak di kejauhan itu, Sang Ajudan Termulia — pemilik bintang jasa besar yang dahulu kita lihat di pulau itu — sedang menyampaikan suatu pengumuman. Mari kita pergi, kita dengarkan. Lihat, ajudan termulia yang cemerlang itu — lihat, ia sedang memaklumkan kepada penduduk firman teragung yang digantungkan di tempat yang tinggi itu, dan berkata: "Bersiap-siaplah; kalian akan pergi ke sebuah negeri lain yang kekal. Sebuah negeri yang sedemikian rupa, hingga negeri ini dibandingkan dengannya berkedudukan sebagai sebuah penjara. Kalian akan pergi ke pusat kerajaan raja kita dan akan memperoleh rahmat serta karunia-karunianya. Jika kalian mendengarkan firman ini dengan baik dan menaatinya... Namun jika kalian durhaka dan tidak mendengarkannya, kalian akan dicampakkan ke dalam penjara-penjara yang mengerikan." Pengumuman seperti itulah yang ia sampaikan. Engkau pun melihat bahwa pada firman teragung itu terdapat sebuah tughra yang sedemikian bersifat mukjizat, hingga sama sekali tidak mungkin ditiru dari sisi mana pun. Selain orang-orang dungu sepertimu, semua orang mengetahui secara pasti bahwa firman itu adalah firman sang raja. Dan pada ajudan termulia yang cemerlang itu terdapat bintang-bintang jasa yang sedemikian rupa, hingga selain orang-orang buta sepertimu, semua orang memahami dengan yakin bahwa zat itu adalah penerjemah perintah-perintah raja yang amat benar.
Gerangan persoalan pergantian negeri ini — yang didakwakan dan disampaikan dengan segenap kekuatan oleh sang ajudan termulia bersama firman teragung itu — mungkinkah sama sekali menerima bantahan? Sungguh, tidak mungkin! Kecuali jika engkau mengingkari segala sesuatu yang kita lihat ini...
Sekarang, wahai kawan! Giliran bicara ada padamu; berbicaralah. Katakanlah apa yang hendak engkau katakan!
— Apa lagi yang hendak kukatakan; masih adakah sesuatu yang dapat dikatakan menghadapi ini? Dapatkah orang berkata-kata menentang matahari di tengah siang? Hanya kukatakan: alhamdulillâh, seratus ribu kali syukur, bahwa aku telah terlepas dari penindasan waham dan hawa, dari perbudakan nafsu dan keinginan rendah, telah selamat dari tahanan dan penjara yang kekal, dan aku telah beriman bahwa: selain penginapan-penginapan yang kacau-balau dan tak menentu ini, ada sebuah negeri kebahagiaan dalam kedekatan dengan raja nan agung; dan kita pun adalah calon-calon baginya...
Demikianlah hikayat tamsil ini — yang merupakan kinayah dan gambaran tentang kebangkitan dan akhirat — selesai di sini. Sekarang, dengan taufik Ilahi, kita akan beralih kepada hakikat yang tertinggi. Sebagai imbangan "Dua Belas Gambaran" yang telah lalu, kita akan menerangkan "Dua Belas Hakikat yang saling menopang" beserta sebuah "Mukadimah".