Risale-i NurAl-Kalimat

Gambaran Kedua:

Al-Kalimat · hlm. 41

Lihatlah jalannya keadaan dan pelaksanaan ini! Betapa rezeki yang sempurna lagi berlimpah diberikan kepada semua orang — mulai dari yang paling fakir dan yang paling lemah; dan orang-orang sakit yang tak memiliki siapa pun dirawat dengan sangat baik. Terdapat pula makanan-makanan yang amat berharga lagi layak bagi raja, wadah-wadah, bintang-bintang jasa yang bertatahkan permata, pakaian-pakaian yang terhias indah, dan jamuan-jamuan yang megah. Lihatlah: selain orang-orang dungu sepertimu, semua orang sangat memperhatikan tugasnya. Tak seorang pun melampaui batasnya walau sezarah. Orang yang paling besar sekalipun berkhidmah dengan ketaatan yang paling besar, secara rendah hati, di bawah rasa takut dan wibawa. Berarti pemilik kerajaan ini memiliki kemurahan yang amat besar dan rahmat yang amat luas. Ia juga memiliki izzah yang amat besar, kehormatan yang penuh keagungan, dan harga diri. Padahal kemurahan menghendaki pemberian nikmat. Rahmat tidak mungkin ada tanpa karunia. Izzah menghendaki ghirah. Sedangkan kehormatan dan harga diri menghendaki dididiknya orang-orang yang tak beradab. Padahal di negeri ini tidak terlaksana satu dari seribu perkara yang layak bagi rahmat dan harga diri itu. Orang zalim tetap dalam kejayaannya dan orang teraniaya tetap dalam kehinaannya, lalu keduanya berpindah pergi dari sini.

Berarti perkara itu ditangguhkan kepada sebuah Mahkamah Kubrâ.